Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi Kemaritiman Provinsi Bengkulu di ruang Pola Pemprov Bengkulu, Selasa 7 November 2017.

Rapat tersebut dihadiri oleh Plt Sekda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto, Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda Provinsi Bengkulu Sulaksono sebagai narasumber I dengan materi arah dan kebijakan pengembangan program ekonomi kemaritiman di Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Perekonomoan dan SDA Yulizon sebagai narasumber II dengan materi rencana penyusunan RAD pengembangan kemaritiman di Provinsi Bengkulu dan Zamdial Ta’ladin dari UNIB sebagai narasumber III dengan materi penyelarasan matrix RAD pengembangan ekonomi kemaritiman.

Rakor yang bertujuan untuk sinkronisasi dan identifikasi program dan kegiatan pengembangan ekonomi kemaritiman di Provinsi Bengkulu juga turut dihadiri 67 peserta dari berbagai OPD provinsi dan kabupaten/kota. Yakni Bappeda kabupaten/kota, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan 7 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia membuka peluang dalam membangun kerjasama regional dan internasional bagi kemakmuran rakyat. Provinsi Bengkulu sendiri dengan garis pantai sepanjang 525 km jelas menyimpan sumber daya laut yang luar biasa. Sebagaimana disampaikan Plt Sekda saat membuka rakor tersebut.

Ia mengatakan, potensi yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu dalam hal maritim masih belum dikelola secara optimal sehingga belum bisa memberikan kemakmuran bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Padahal, nilai tukar pada perikanan tangkap itu lebih besar dibandingkan perikanan budidaya, ke depan ia berharap potensi ini dapat lebih dikembangkan lebih besar secara bersama-sama.

“Tentu saja ini perlu sarana dan prasarana, selain itu juga dibutuhkan teknologi yang lebih baik dan lengkap karena bagaimanapun juga posisi laut yang ada di Provinsi Bengkulu dengan ombak laut yang cukup tinggi,” jelas Gotri.

Disamping itu garis pantai yang cukup panjang menyediakan banyak spot-spot objek wisata yang bisa dikembangkan dan pemandangannya cukup bagus, tinggal bagaimana kabupaten yang memiliki garis pantai ini bisa mengembangkannya untuk sektor pariwisata.

“Ke depan diharapkan paling tidak 3 sisi ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat hingga mampu meningkatkan kemakmuran masyarakat Bengkulu,” harap Gotri.

Lebih lanjut, dalam pengembangan ekonomi kemaritiman sendiri titik yang menjadi goals terletak pada pemberdayaan kemasyarakatan untuk menunjang program yang mengatasnamakan kemiskinan.

“Untuk sasaran program ini sendiri kita menunjuk pada masyarakat-masyarakat pesisir di 7 kabupaten/kota, jadi kita akan menunjang program kemiskinan, kalau di bidang pemberdayaan kemasyarakatan itu seperti kelompok-kelompok nelayan di koperasi, bentuknya bisa bantuan modal ataupun bimtek,” ujar Nilawati selaku Perencana Muda di Bappeda.

Pihak Bappeda sendiri sudah berupaya turun ke kabupaten untuk menselaraskan program-program yang ada di OPD Provinsi yang tertuang di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), salah satunya seperti penguatan kelembagaan dan bantuan modal untuk mendukung kemaritiman Provinsi Bengkulu.

“Intinya program ini sudah berjalan di seluruh OPD, tinggal kita lagi yang mengidentifikasi dan mengelompokkan yang mana yang masuk kedalam RAD kemaritiman,” lanjut Nila.

Enggano dinilai memiliki cakupan luas untuk RAD pengembangan ekonomi kemaritiman, yakni di bidang kelautan perikanan dan agro industri seperti emping Enggano. Sedangkan dari beberapa sektor dalam ekonomi kemaritiman sendiri, Yulizon mengatakan kalau hanya mengambil tiga item, yaitu ekonomi kemaritiman yang berbasis perikanan dan kelautan, wisata bahari dan perhubungan (sarana produksi).

“Dari beberapa item kita hanya mengambil tiga item saja, diantaranya ada ekonomi kemaritiman yang berbasis perikanan dan kelautan, wisata bahari dan perhubungannya saran produksi. Kemaritiman juga masuk kedalam wisata karena itu tujuan akhir kita nanti di outcome Visit Wonderful Bengkulu 2020,” tandas Yulizon.

Sinergi pembangunan antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pengembangan ekonomi kemaritiman Provinsi Bengkulu. Sehingga pada akhirnya nanti dapat berdampak langsung kepada peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.