Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten/kota. Hal ini ditegaskan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2019.

“Tahun 2017 kemarin 20 persen telah kita lakukan, tahun ini juga harus 20 persen terealisasi,” ujarnya Senin, 19 Maret 2018.

Menurut Plt Gubernur, dengan segala keterbatasan APBD yang dimiliki, pembangunan infrastruktur jalan optimis mencapai 100 persen pada 2021 mendatang.

Pada kesempatan ini, Plt Gubernur meminta OPD memastikan betul konektifitas saat Musrenbang provinsi, agar aspirasi dari bawah dapat dikawal dengan maksimal.

“Mohon kontrol dari kawan-kawan media, LSM dan tokoh masyarakat, agar pelaksanaan pembangunan di Provinsi Bengkulu berjalan baik,” tambah Rohidin.

Musrenbang RKPD yang digelar di ruang Pola Pemkab Rejang Lebong ini, dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Noni Yuliesti, Ketua DPRD Rejang Lebong, Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Lebong, Bengkulu Tengah dan Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi berharap, musrenbang ini dapat menghasilkan usulan prioritas program pembangunan, agar benar-benar bermanfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Prioritas pembangunan Kabupaten Rejang Lebong, tambah Hijazi, antara lain meningkatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan pendapatan melalui ekonomi kemasyarakatan.

Pada kesempatan ini, Hijazi juga memaparkan rencana pengembangan sektor pariwisata menyambut Visit 2020 Wonderfull Bengkulu, seperti “Garden Flower Festival” di Danau Mas Harun Bastari dan “Mountain Valley Festival” yang rencana dipusatkan di Bukit Kaba Rejang Lebong dan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

Berikut 5 Program Prioritas Pembangunan Daerah 2016-2021 Pemerintah Provinsi Bengkulu (Sumber: Bappeda Provinsi Bengkulu)

1. Pengentasan Kemiskinan & Peretasan Ketertinggalan;
Pembangunan Sapras Desa Tertinggal, Pemerataan Pendidikan, Pemerataan Kesehatan, Penguatan Ekonomi Desa, Bantuan Masyarakat Miskin, Pemberdayaan Masyarakat Miskin,
2. Penguatan Komoditas Unggulan Agro-Maritim & Hilirisasi;
Intensifikasi Produk Unggulan Agro-Maritim, Diversifikasi Produk Agro-Maritim, Penguatan Distribusi dan Perluasan Pasar, Penguatan Kelembagaan dan Iptek Kelompok Tani Nelayan, Pengelolaan Agro-Maritim Sekaligus Hilirisasi, Akses Keuangan dan Permodalan,
3. Pengembangan Infrastruktur Strategi & Industrialisasi;
Buka Akses dan Konektifitas Pesisir Barat Sumatera, Pengembangan Pelabuhan Laut, Bandara, Pembangkit Listrik dan Air Bersih, Optimalisasi Potensi Pertambangan, Pengembangan Pelabuhan Pulai Baai Sebagai Poros Maritim Indonesia, Pengembangan Bandara Perintis Pulau Enggano,
4. Transformasi Birokrasi & Tata Kelola Pemerintahan Berbasis IT;
Peningkatan Kualitas Indeks Kepuasan Masyarakat Dalam Perizinan, Penempatan ASN Berdasarkan Kualifikasi Kompetensi, Penerapan E-Government, Peningkatan Kualitas Pengelolaan , Keuangan Daerah, Peningkatan Akuntabilitas Kinerja
5. Visit 2020 Wonderful Bengkulu;
Penataan Ruang Pariwisata: Alam, Sejarah, Budaya, Religi, Kuliner dan Wisata Buatan, Pengembangan Destinasi: Daya Tarik, Akses, Sapras Umum, Sadar Wisata, Penguatan Kelembagaan Pariwisata: Organisasi, SDM Terampil, Litbang, Pengembangan Pemasaran wisata: Pasar, Kemitraan, Promo Industri Pariwisata: Produk, Teknologi, Jaringan dan Event