BENGKULU-Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu hadir di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Lebong untuk tahun 2019. Sebelumnya Bappeda juga turut menghadiri Musrenbang di Kabupaten Kepahiang. Musrenbang ini sendiri digelar oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebong di Aula Bappeda, Kamis 15 Maret 2018.

Kehadiran Bappeda Provinsi Bengkulu bersama Asisten II Setdaprov Bengkulu Yuliswani tak lain untuk menyatukan persepsi pembangunan, meneguhkan sinergisitas antara pemerintah provinsi dengan Pemkab Lebong. Pemprov Bengkulu meminta Pemkab Lebong turut mendukung apa yang menjadi program prioritas Pemprov Bengkulu. Sebab Musrenbang dilaksanakan dalam RKPD yang merupakan forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati serta merumuskan kegiatan pembangunan di tahun yang akan datang.

“Tema RKP Tahun 2019 adalah Pemerataan Pembangunan Untuk Pertumbuhan Berkualitas sehingga sebagai acuan penyusunan RKPD kabupaten/kota dalam mendukung Program Prioritas Provinsi Bengkulu Tahun 2019 antara lain pembangunan infrastruktur ekonomi, pengembangan produk unggulan lokal dalam segi pengembangan desa wisata khusus Kabupaten Lebong, Pengentasan Kemiskinan dan Peretasan Ketertinggalan yang meliputi pembangunan infrastruktur rumah layak huni, sanitasi dan air bersih, peningkatan kualitas permukiman kumuh, kartu pangan non tunai,” kata Yuliswani.

Yuliswani menambahkan dana pembangunan yang dialokasi di Kabupaten Lebong yang berasal dari pemerintah pusat tahun 2018 sebesar Rp46,8 miliar, sedangkan yang berasal dari dana APBD Provinsi Bengkulu sebesar Rp85,9 miliar.

“Melalui forum ini diharapkan dapat dihasilkan kesepakatan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan penyempurnaan terhadap rancangan RKPD tersebut. Sehingga pada nantinya dapat diperoleh masukan komitmen dari para pemangku kepentingan pembangunan di Kabupaten Lebong dan lebih siap dalam mengantisipasi tantangan dan peluang pembangunan yang akan dihadapi di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lebong Rosjonsyah mengatakan Kabupaten Lebong pada tahun 2018 ini telah menjalankan instruksi dari KPK terkait penggunaan aplikasi e-Planing dalam menyusun perencanaan dan penganggaran sehingga dalam penyusunan APBD dapat transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, dirinya meminta kepada Pemprov Bengkulu untuk memprioritaskan beberapa hal yang merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi, antara lain penangangan normalisasi SABO DAM di Kecamatan Bingin Kuning yang mengakibatkan banjir bandang, peningkatan jalan dan pembangunan drainase dari Tik Tebing hingga Muara Aman, meminta pengalihan status jalan provinsi menjadi jalan nasional dari Curup menuju Lebong dan Lebong ke Bengkulu Utara, percepatan untuk mendapatkan izin jalan tembus Lebong-Musi Rawas dan Lebong-Merangin, peningkatan jalan dari Tambang Sawah menuju Ketenong yang merupakan kewenangan jalan provinsi.

“Program Provinsi Bengkulu menuju Visit Wonderfull 2020 dengan demikian sangat diharapkan bantuan dari provinsi untuk pengembangan wisata Lebong dalam 3 hal yaitu Masjid Agung Sultan Abdullah, Arung Jeram dan Danau Tes untuk dapat mempromosikan dan mengembangkan wisata tersebut dan perluasan percetakan sawah di daerah Kecamatan Pinang Belapis sehingga menjadi swasembada pangan,” demikian Rosjonsyah.

Berikut 5 Program Prioritas Pembangunan Daerah 2016-2021 Pemerintah Provinsi Bengkulu (Sumber: Bappeda Provinsi Bengkulu)

1. Pengentasan Kemiskinan & Peretasan Ketertinggalan
Pembangunan Sapras Desa, Tertinggal Pemerataan Pendidikan, Pemerataan Kesehatan, Penguatan Ekonomi Desa, Bantuan Masyarakat Miskin, Pemberdayaan Masyarakat Miskin
2. Penguatan Komoditas Unggulan Agro-Maritim & Hilirisasi
Intensifikasi Produk Unggulan Agro-Maritim, Diversifikasi Produk Agro-Maritim, Penguatan Distribusi dan Perluasan Pasar, Penguatan Kelembagaan dan Iptek Kelompok Tani Nelayan, Pengelolaan Agro-Maritim Sekaligus Hilirisasi, Akses Keuangan dan Permodalan
3.Pengembangan Infrastruktur Strategi & Industrialisasi
Buka Akses dan Konektifitas Pesisir Barat Sumatera, Pengembangan Pelabuhan Laut, Bandara, Pembangkit Listrik dan Air Bersih, Optimalisasi Potensi Pertambangan, Pengembangan Pelabuhan Pulai Baai Sebagai Poros Maritim Indonesia, Pengembangan Bandara Perintis Pulau Enggano
4. Transformasi Birokrasi & Tata Kelola Pemerintahan Berbasis IT
Peningkatan Kualitas Indeks Kepuasan Masyarakat Dalam Perizinan, Penempatan ASN Berdasarkan Kualifikasi Kompetensi, Penerapan E-Government, Peningkatan Kualitas Pengelolaan , Keuangan Daerah, Peningkatan Akuntabilitas Kinerja
5. Visit 2020 Wonderful Bengkulu
Penataan Ruang Pariwisata: Alam, Sejarah, Budaya, Religi, Kuliner dan Wisata Buatan, Pengembangan Destinasi: Daya Tarik, Akses, Sapras Umum, Sadar Wisata, Penguatan Kelembagaan Pariwisata: Organisasi, SDM Terampil, Litbang, Pengembangan Pemasaran wisata: Pasar, Kemitraan, Promo Industri Pariwisata: Produk, Teknologi, Jaringan dan Event